Hari 2: Menjadi Bau yang Harum Bagi Kristus
2 Korintus 2 : 15
“Sebab bagi Allah kami adalah bau yang harum dari Kristus di tengah-tengah mereka yang diselamatkan dan di antara mereka yang binasa.”
Setiap kali kita melangkah masuk ke tempat kerja, rumah, atau komunitas, kita membawa “aroma” karakter dalam diri kita.
Paulus menggunakan gambaran pawai kemenangan zaman Romawi di mana wewangian dibakar sepanjang jalan kota.
Sebagai jemaat dewasa, hidup kita dipanggil untuk memancarkan keharuman Kristus lewat tutur kata, tindakan, dan respons kita.
Aroma Kristus tercermin saat kita tetap sabar di tengah tekanan dan tetap jujur ketika orang lain berkompromi.
Sayangnya, tidak semua orang akan menyukai atau menyambut baik aroma kebenaran dan kesucian yang kita bawa.
Bagi orang yang menolak kebenaran, keharuman iman kita mungkin terasa mengganggu atau bahkan membuat mereka tidak nyaman.
Namun, tugas kita bukanlah menyenangkan semua orang, melainkan tetap memancarkan kebaikan dan integritas secara konsisten.
Jangan biarkan kebiasaan buruk atau ketoksikan lingkungan mempengaruhi rasa dan keharuman karakter Kristiani kita.
Biarkan keberadaan kita selalu membawa kedamaian, kesegaran, dan harapan baru di mana pun Tuhan menempatkan kita!
Pertanyaan Reflektif: Aroma apakah yang paling sering dirasakan orang-orang di sekitar Anda saat berinteraksi dengan Anda sehari-hari?
Versi Audio
