Seri “Jangan Menghakimi”
Matius 7 : 1
“Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.”
Yesus dengan tegas memperingatkan bahaya sikap menghakimi.
Ia tahu bahwa hati manusia cenderung cepat menilai, tetapi lambat memahami.
Menghakimi sering didasarkan pada apa yang terlihat di luar, bukan pada pergumulan di dalam.
Kita tidak pernah benar-benar tahu luka, proses, dan pergumulan seseorang. Banyak orang tersenyum di luar, tetapi menangis dalam diam.
Kasih karunia mengajak kita melihat orang lain dengan kacamata Tuhan, bukan kacamata prasangka.
Mengganti penghakiman dengan empati adalah langkah iman yang nyata.
Empati membuat kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.
Sikap ini menumbuhkan relasi yang sehat dan membangun.
Dalam kehidupan sehari-hari, ini bisa dimulai dari cara kita merespons kesalahan kecil orang lain.
Kita memilih menahan komentar yang melukai dan menggantinya dengan kata yang menguatkan.
Kasih karunia tidak berarti membenarkan dosa, tetapi menuntun orang dengan kasih.
Tuhan tidak pernah memanggil kita menjadi hakim, melainkan saksi kasih-Nya.
Ketika kita memilih melihat sesama dengan mata kasih karunia Tuhan, hati kita belajar mengasihi tanpa menghakimi!
Versi Audio
