Amsal 19 : 24
Si pemalas mencelup tangannya ke dalam pinggan, tetapi tidak juga mengembalikannya ke mulut.
Kalau melihat situasi ini mungkin kita akan geleng-geleng kepala.
Bagaimana mungkin tangan sudah ambil makanan, tetapi begitu malasnya sehingga tidak mau dimasukkan ke mulut?
Ini tidak berlebihan melukiskan sikap orang malas yang mengabaikan hal yang sebenarnya dapat membawa keuntungan bagi dirinya.
Jadi terkadang bukan tidak memulai, tetapi karena malasnya mereka membiarkan pekerjaan itu jadi tak selesai atau setengah-setengah dilakukan.
Kemalasan itu lebih bicara soal sikap di dalam diri orangnya, bukan besarnya tantangan yang ada di luar.
Hai anak-anak Tuhan, jangan malas, terlebih bila tubuh kita masih sehat dan kesempatan masih ada.
Ingatlah, Tuhan tidak pernah rugi karena kita malas, dunia sekitar pun tidak akan rugi karena kita malas.
Kita sendirilah yang akan menanggung kerugian hilang kepercayaan, hilang hormat, dan hilang kesempatan, dan hilang hal-hal baik yang sudah Tuhan sediakan.
Kemalasan adalah sebuah pilihan, yang dapat terus kita pertahankan atau tinggalkan.
Biarlah jadi orang yang dewasa di dalam Tuhan, kita malu bila terus ada dalam kebiasaan sikap itu!
Versi Audio
