Bukan Merenggut

Seri “Janda di Nain”

Lukas 7 : 15

Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya.

Tuhan mengembalikan sang anak, milik berharga yang sebelumnya diambil dari janda ini.

Bayangkan adegan itu, saat air mata kesedihan yang membasahi pipi berganti dengan sukacita keheranan mendapati kembali apa yang telah direnggut.

Kalau bisa berterimakasih ribuan kali, janda ini tentu bersedia melakukannya. Malah rasanya jutaan kali terima kasih pun tidak cukup melukiskan rasa syukurnya.

Namun, tidak selalu dalam realita hidup, kita mendapati kembali apa yang telah hilang. Kadang itu berlalu pergi untuk selamanya.

Tetapi kebenarannya, Tuhan tidak pernah mengambil sesuatu yang dimaksudkan untuk menghancurkan kita.

Dia mengizinkan itu terjadi untuk sebuah rencana kebaikan, sekalipun tidak selalu kita mengerti.

Dia mengizinkan untuk mengganti dengan pemberian yang jauh lebih besar.

Dia mengizinkan untuk menantang iman kita bisa belajar percaya penuh kepada-Nya.

Dia bukanlah Bapa yang kejam, yang iri melihat kebahagiaan kita dan senang melihat kesedihan kita.

Lebih dari siapa pun, Tuhanlah Pribadi yang paling mengusahakan yang terbaik untuk kita alami dalam hidup ini.

Dia bukanlah Allah perenggut, tetapi Allah yang kemurahanhati-Nya sungguh luar biasa!

Versi Audio

    Leave a Reply