Seri “Buta Sejak Lahir”
Yohanes 9 : 34
Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.
Ini sungguh kalimat sombong yang menganggap orang lain begitu rendah dan tidak sebaik diri sendiri.
Menyedihkannya, kalimat tersebut terlontar dari mulut seorang yang mengaku rohaniwan, mengaku hidupnya dekat dengan Tuhan.
Artinya, kerohanian pun bisa jadi ajang kesombongan.
Kita pun sering terjebak dengan kesombongan ini, yang mungkin tidak diucapkan langsung tetapi diam-diam sering terlintas dalam hati pikiran kita.
“Siapa sih dia ini, umur lebih muda tetapi mau menggurui kami?
“Sungguh dia ini tidak tahu diri, pengalaman masih dangkal dan juga pendatang baru tetapi kok berani coba-coba memberi masukan?”
Mari, kita terus mawas diri dengan godaan kesombongan yang menjadi PR seumur hidup.
Kalau tidak hati-hati, apa pun bisa menjadi bahan kesombongan, termasuk dalam hal-hal baik seperti kerohanian.
Harusnya seperti padi, Tuhan ingin semakin kita berisi semakin kita rendah hati.
Mau dengar pendapat orang lain dan menghargai keberadaan yang lebih “rendah” adalah ciri orang yang tidak tenggelam dalam kesombongan.
Ingatlah, semakin pamer diri bukan dirimu akan semakin disukai, tetapi justru dijauhi dan direndahkan!
Versi Audio
