Seri “Belajar Berani”
Yohanes 7 : 50 – 51
Nikodemus, seorang dari mereka, yang dahulu telah datang kepada-Nya, berkata kepada mereka: “Apakah hukum Taurat kita menghukum seseorang, sebelum ia didengar dan sebelum orang mengetahui apa yang telah dibuat-Nya?”
Nikodemus adalah orang Farisi yang memberanikan diri untuk bertemu Yesus secara pribadi dan akhirnya diubahkan dalam pertemuan itu.
Ia yang, dianggap seperti kebanyakan orang Farisi yang membenci Yesus, justru berani berdiri membela Yesus.
Dan menariknya, ia berani melawan bukan terhadap ketidakadilan sikap kelompok lain, tetapi kepada kelompoknya sendiri.
Mengapa?
Karena sesungguhnya seperti Nikodemus saat kita tahu mana yang benar dan yang salah, kita berani membela.
Adakah kita berani membela orang-orang yang ternyata diperlakukan tidak adil atau tak sepatutnya?
Adakah kita berani bersuara, berdiri mewakili mereka atau jadi ciut nyali karena menganggap yang dilawan itu teman sendiri atau lebih senior sehingga takut resiko ikut kebawa-bawa?
Kalau kita yang jadi korban, kita pun tentu mengharapkan ada orang yang berani membela, bukan cuma menonton atau simpati.
Bukan pula hanya berani membela diam-diam di belakang, tetapi bermuka dua saat di depan.
Belalah mereka, seperti kita melakukannya untuk Tuhan!
Versi Audio
