Seri “Belajar Mengampuni”
Lukas 17 : 3 – 4
Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.
Kalau sekali dua kali mengampuni, kita mungkin bisa melakukannya.
Tetapi kalau sampai tujuh kali atau lebih, masihkah bisa?
Kebanyakan orang akan segera geleng-geleng kepala menunjukkan sungguh sulit mewujudkannya.
Yang ada kita jadi kesal dan memutuskan bahwa tidak lagi ada ruang untuk pengampunan.
Memang pengampunan yang diberikan untuk orang yang terus menerus berbuat dosa membutuhkan lebih dari sekedar kemauan diri.
Kita butuh kasih Tuhan yang memampukan.
Kita butuh mengingat kesalahan diri sendiri yang entah sudah ratusan atau ribuan kali terjadi sepanjang hidup dan tetap saja diampuni oleh Tuhan.
Pengampunan memang tidak boleh dimanfaatkan atau dipandang sebagai barang murahan.
Kalau demikian adanya, kita berhak bersikap tegas agar kasih kita tidak sembarangan disalahgunakan.
Jarang terjadi, ada hubungan yang lepas dari kesalahan yang mebutuhkan pengampunan.
Semakin panjang hubungan itu berlangsung, terus ingatkan diri bahwa semakin banyak pula stok pengampunan yang butuh kita siapkan!
Versi Audio
