Seri “Belajar Mengampuni”
Efesus 4 : 31
Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan.
Jangan simpan kepahitan di dalam hati, apa pun alasannya.
Seringkali orang yang kita benci sudah melanjutkan hidupnya dengan baik-baik saja, sementara kita masih menderita dengan kepahitan yang dibawa terus.
Karena hidup yang dijalani berharga, Tuhan tidak ingin kita menyia-nyiakannya dengan semua perasaan pahit yang seakan terus menempel di ucapan dan pikiran kita.
“Sampai mati, aku tidak akan lupa perselingkuhan yang dibuatnya!”
“Aku rela menderita 100 kali lipat asal bisa lihat balasan buruk menimpa dia!”
Kebencian tidak akan ada habisnya, bahkan kalau pun si pelaku benar-benar merasakan pembalasan, sukacita dan damai tidak akan menghampiri hati kita.
Bukan dilupakan atau pura-pura dianggap tak ada, tetapi kepahitan hanya bisa hilang ketika “dibuang” kepada Tuhan.
Tumpahkan semua luka pahit hati kita kepada Tuhan, sampaikan semua uneg-uneg kesedihan kita.
Sekalipun nampak mustahil, minta kasih Tuhan melembutkan hati kita yang pahit agar mampu mengampuni.
Bukan selalu karena si pelaku layak mendapatkan pengampunan, tetapi karena kita mau hidup damai, sukacita, dan lega di hari berikutnya tanpa terus dibayangi kepahitan!
Versi Audio
