Matius 8 : 32
Yesus berkata kepada mereka: “Pergilah!” Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
Mungkin dari kisah ini, nampak kerugian besar terjadi dengan matinya jumlah babi yang banyak itu.
Namun, tindakan Tuhan ini menunjukkan bahwa jiwa manusia begitu berharga, sampai rela mengorbankan banyak hal lain.
Sayangnya, kita sebagai manusia sering menganggap tidak penting kehadiran orang-orang di sekeliling, terlebih bagi mereka yang berstatus “rendah”.
Pengemis yang duduk di pinggir jalan. Pemulung yang mengais-ngais sampah. Orang cacat yang terlantar. Anak-anak mengamen yang kotor pakaiannya.
Akibatnya, nilai jiwa mereka disamakan dengan kondisi hidup mereka saat ini.
Namun, mari kita belajar melihat seperti Tuhan melihat, mengasihi seperti Tuhan mengasihi.
Kalau hanya berdasarkan pencapaian, status, keadaan ekonomi, artinya kasih Tuhan hanya diberikan saat kita sedang di puncak kehidupan dan berhenti tatkala hidup sedang merosot.
Mintalah Tuhan menolong kita menghargai jiwa setiap orang yang kita temui, terlepas apa yang terjadi pada mereka saat ini.
Jangan sampai, kita memperlakukan orang lain yang dipandang “rendah” seakan nilai jiwanya bahkan kurang berarti daripada hewan!
Versi Audio
