Orang Terdekat

Matius 8 : 14 – 15

Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam. Maka dipegang-Nya tangan perempuan itu, lalu lenyaplah demamnya. Ia pun bangunlah dan melayani Dia.

Sekalipun sibuk dengan kebutuhan di luar, Tuhan tidak mengabaikan kebutuhan terdekat.

Kebutuhan orang banyak tidak membuat Tuhan luput menyadari ada ibu mertua Petrus yang butuh disembuhkan.

Kadang sedemikian sibuk, tenar, dan dianggap penting, bisa membuat kita seakan lupa dengan kebutuhan orang terdekat.

Padahal orang pertama yang harus mendapatkan pelayanan, perhatian, dan kasih kita adalah orang terdekat, yang besar kemungkinan itu adalah keluarga.

“Tetapi jujur … mengasihi orang luar kadang lebih mudah daripada keluarga sendiri, yang kita kenal keburukannya dan juga kenal keburukan kita!”

Benar, mungkin karena orang terdekat terlalu terbiasa ditemui, jadinya kita lebih semangat dengan orang luar.

Namun, mari jadikan ini tantangan kasih kita.

Minta Tuhan mampukan kita.

Sekalipun tidak begitu luar biasa, tunjukkan kasih tulus yang kita maksimal bisa berikan.

Ingatlah, kalau kita menghakimi mereka tidak layak dikasihi, kita ini sesungguhnya juga tidak layak.

Yang penting, kita sudah berusaha lakukan bagian kasih terbaik kita dan serahkan sisanya kepada Tuhan yang akan menyempurnakan!

Versi Audio

    Leave a Reply