Matius 4 : 2 – 3a
Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. Lalu datanglah si pencoba itu.
Sekuat-kuatnya kita, ada titik terendah yang tetap butuh kita waspadai.
Perhatikan, Iblis mencobai Yesus bukan saat dalam keadaan yang sangat baik dimana perut sedang kenyang dan tubuh sangat energik.
Setelah berpuasa empat puluh hari, Yesus menjadi lapar dan Iblis tahu inilah saat terbaik untuk mencobai.
Ingat, Iblis dikatakan seperti singa yang berkeliling mencari mangsa, ia menunggu waktu yang tepat ketika mangsanya sedang lemah dan lengah.
Artinya, Tuhan ingin kita mengenal situasi yang paling mudah membuat kita gampang jatuh dalam dosa.
Ada yang saat sedang lapar, ada yang sedang dalam cuaca panas, ada yang saat dompetnya tipis, ada yang saat sedang sendirian, ada yang saat kecapekan.
Tuhan ingin kita mengenali baik-baik saat itu dan mewaspadai diri dengan pencobaan terkecil sekalipun yang ujungnya bisa meruntuhkan iman kita.
Berdoalah lebih kuat di saat itu. Jaga hati lebih kuat. Lindungi pikiran lebih ketat. Penuhi hati semakin banyak dengan firman Tuhan.
Kiranya di saat terlemah pun, kita tetap menang bersama Tuhan yang selalu setia menolong!
Versi Audio
