Hari 9: Beribadah dengan Tertib dan Membangun
1 Korintus 14 : 40
“Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur.”
Ibadah dan persekutuan yang sehat tidak hanya membutuhkan antusiasme rohani, tetapi juga ketertiban dan rasa hormat terhadap sesama.
Di Korintus, persekutuan ibadah sering kali menjadi kacau karena semua orang ingin menonjolkan karunia rohaninya secara bersamaan tanpa kepekaan.
Paulus menegaskan bahwa Allah kita bukanlah Allah yang menghendaki kekacauan, melainkan Allah yang mencintai damai sejahtera dan ketertiban.
Tujuan utama dari setiap karunia, khotbah, dan pujian dalam ibadah adalah untuk membangun serta menguatkan iman seluruh jemaat yang hadir.
Keteraturan dalam ibadah maupun pengelolaan organisasi gereja mencerminkan karakter Allah yang tertib dan penuh dengan keindahan.
Sebagai jemaat dewasa, kita dipanggil untuk mendukung terciptanya suasana ibadah yang khusyuk, ramah, dan memberkati semua orang.
Menghormati waktu, mengikuti alur ibadah dengan tertib, dan menjaga keheningan adalah bagian praktis dari penghormatan kita kepada Tuhan.
Ketika segala sesuatu dilakukan dengan sopan dan teratur, berita Injil dapat diserap dengan jelas tanpa gangguan yang tidak perlu!
Pertanyaan Reflektif: Apakah kehadiran Anda dalam persekutuan selama ini sudah berkontribusi menciptakan suasana yang tertib dan membangun iman sesama?
Versi Audio
