Hari 9: Membangun Hubungan Sosial yang Penuh Kasih Tulus
Roma 12 : 17 – 18
“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang!”
Dunia dewasa sering kali dipenuhi dengan persaingan, sakit hati, dan dorongan untuk membalas dendam ketika dirugikan orang lain.
Mengampuni orang yang menyakiti atau bersikap curang kepada kita terasa sangat sulit jika kita menggunakan standar keadilan manusiawi.
Namun, murid Kristus dipanggil untuk menghidupi standar kasih yang radikal, yaitu mengalahkan kejahatan dengan kebaikan.
Membalas kejahatan dengan kejahatan hanya akan memperpanjang lingkaran kebencian dan merusak kedamaian batin kita sendiri.
Menjaga perdamaian tidak berarti kita pasrah pada kejahatan, melainkan memilih melepaskan hak untuk membalas dendam pribadi.
Biarkan Allah yang menjadi hakim yang adil atas situasi yang tidak adil yang kita alami dari sesama.
Tunjukkan kebaikan bahkan kepada orang-orang yang sulit dikasihi atau tidak menyukai keberadaan kita di lingkungan kerja maupun tetangga.
Kasih yang tulus dan pengampunan yang kita berikan adalah bukti nyata bahwa kuasa Allah sedang bekerja di dalam hidup kita.
Ketenangan jiwa akan menyertai setiap orang yang berani memilih jalan perdamaian daripada memelihara perselisihan!
Pertanyaan Reflektif: Adakah dendam atau keinginan membalas kejahatan seseorang yang masih Anda simpan di dalam hati hingga hari ini?
Versi Audio
