Keterbukaan Hati

Hari 6: Keterbukaan Hati untuk Memulai Lembaran Baru

Kisah Para Rasul 9 : 13

“Jawab Ananias: ‘Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang-orang kudus-Mu di Yerusalem.'”

Salah satu hambatan terbesar orang dewasa untuk berkembang adalah prasangka buruk dan ketidakmampuan memaafkan masa lalu orang lain.

Ananias merasa ragu dan takut ketika diminta Tuhan untuk menjumpai dan mendoakan Saulus, sang penganiaya jemaat yang kejam.

Namun, Ananias memilih untuk taat pada perintah Tuhan dan mengesampingkan reputasi buruk masa lalu yang melekat pada Saulus.

Hasil dari ketaatan Ananias adalah lahirnya Rasul Paulus, seorang pelayan Tuhan luar biasa yang mengubah sejarah dunia.

Kuasa Allah sanggup mengubahkan orang yang paling keras hatinya menjadi alat pembawa keselamatan yang sangat berkuasa.

Jangan pernah menghakimi atau membatasi potensi seseorang hanya berdasarkan kesalahan masa lalu yang pernah dilakukannya.

Memberi kesempatan kedua kepada orang lain adalah wujud nyata dari kasih dan kemurahan Allah yang telah kita terima.

Ketika kita membuka hati untuk mengampuni, kita sedang membebaskan diri kita sendiri dari penjara kebencian yang beracun.

Percayalah bahwa kuasa pemulihan Tuhan selalu lebih besar daripada sejarah kelam masa lalu siapa pun!

Pertanyaan Reflektif: Siapakah orang yang masih Anda hakimi masa lalunya sehingga Anda enggan memberikan kesempatan kedua kepadanya?

Versi Audio

    Leave a Reply