Hari 5: Kuasa di Balik Keterbatasan Fisik
2 Korintus 12 : 9
“Tetapi firman-Nya kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.'”
Menjadi dewasa berarti menyadari bahwa tubuh dan kemampuan kita memiliki batas yang jelas.
Penyakit, penuaan, atau keterbatasan talenta sering kali membuat kita merasa tidak berguna atau tidak aman.
Rasul Paulus pun mengalami “duri dalam daging” yang sangat mengganggunya secara fisik maupun pelayanan.
Namun, jawaban Tuhan sangat mengejutkan: kuasa-Nya justru bersinar paling terang dalam kelemahan kita.
Ketika kita lemah, kita tidak bisa lagi menyombongkan diri atas keberhasilan yang kita raih.
Keberhasilan itu murni menjadi kesaksian tentang kebaikan dan otoritas kuasa Tuhan yang menopang kita.
Keterbatasan kita bukanlah penghalang bagi Tuhan untuk memakai hidup kita secara luar biasa.
Jangan berfokus pada apa yang tidak Anda miliki, melainkan pada siapa yang menyertai kita.
Kuasa Tuhan melampaui segala keterbatasan fisik, latar belakang pendidikan, maupun status sosial kita.
Jadikan kelemahan kita sebagai cara bergantung pada kuasa dan anugerah Allah lebih dekat.
Gantilah keluhan tentang kekurangan fisik atau fasilitas kita hari ini dengan ucapan syukur atas kasih karunia Tuhan!
Pertanyaan Reflektif: Bagaimana Anda bisa menggunakan kelemahan Anda saat ini sebagai sarana untuk memuliakan kuasa Tuhan?
Versi Audio
