Hari 6 – Menunggu Tuhan Tidak Pernah Sia-Sia
Ratapan 3 : 25 – 26
“TUHAN adalah baik bagi orang yang berharap kepada-Nya, bagi jiwa yang mencari Dia. Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.”
Menunggu sering terasa melelahkan.
Ada saatnya kita bertanya, “Sampai kapan, Tuhan?”
Pertanyaan itu wajar muncul dalam hati manusia.
Kitab Ratapan ditulis di tengah keadaan yang penuh penderitaan. Namun, di tengah kesedihan itu muncul pengharapan yang luar biasa.
Tuhan tetap baik bagi orang yang berharap kepada-Nya.
Kebaikan Tuhan tidak hilang hanya karena hidup sedang sulit.
Justru dalam masa-masa sulit, Dia mengajar kita untuk semakin mengenal-Nya.
Menanti bukan berarti pasif. Menanti berarti tetap percaya sambil terus hidup dalam ketaatan.
Selama menunggu, kita belajar menyerahkan kendali kepada Tuhan.
Kita mengakui bahwa jalan-Nya lebih baik daripada rencana kita sendiri.
Tuhan melihat air mata yang tidak diketahui orang lain.
Dia mendengar doa yang dipanjatkan dalam kesunyian.
Tidak ada penantian bersama Tuhan yang sia-sia.
Pada akhirnya, kita akan melihat bahwa Dia selalu setia memegang janji-Nya.
Karena itu, teruslah berharap kepada Tuhan.
Jangan biarkan masa penantian mencuri sukacita dan kepercayaan Anda kepada-Nya!
Pertanyaan reflektif: Apakah masa penantian membuat saya semakin dekat kepada Tuhan atau justru semakin menjauh dari-Nya?
Versi Audio
