Akhir yang Baik

Hari 1 — Awal yang Baik Tidak Menjamin Akhir yang Baik

1 Samuel 9 : 2a

“Adapun Saul, ia masih muda dan elok rupanya; tidak ada seorangpun dari orang Israel yang lebih elok dari padanya.”

Saul memulai hidupnya dengan banyak kelebihan.

Ia memiliki penampilan yang mengesankan. Ia berasal dari keluarga yang terpandang. Ia juga dipilih Tuhan menjadi raja pertama Israel.

Banyak orang pasti iri dengan apa yang dimiliki Saul.

Namun kisah Saul mengajarkan bahwa awal yang baik tidak cukup.

Yang lebih penting adalah bagaimana seseorang mengakhiri hidupnya.

Banyak orang memulai dengan semangat besar.

Mereka rajin beribadah dan melayani. Mereka memiliki kerinduan yang tulus kepada Tuhan.

Namun seiring waktu, hati mereka berubah.

Kesuksesan kadang membuat seseorang lengah. Jabatan dapat membuat orang merasa aman tanpa Tuhan.

Saul mulai lebih memperhatikan kedudukannya daripada ketaatannya.

Ia lupa bahwa keberhasilannya berasal dari Tuhan.

Karakter lebih penting daripada talenta. Ketaatan lebih penting daripada popularitas.

Tuhan tidak hanya melihat bagaimana kita memulai perjalanan iman.

Tuhan juga memperhatikan kesetiaan kita sampai akhir.

Mari, jagalah hati agar tetap rendah dan taat kepada Tuhan dalam setiap musim kehidupan!

Pertanyaan Reflektif : Apakah saya sedang bertumbuh dalam ketaatan atau hanya mengandalkan keberhasilan masa lalu?

Versi Audio

    Leave a Reply