Hari 2 — Kekuatan dalam Mengampuni
Amsal 17 : 9
“Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib.”
Mengampuni sering disalahartikan sebagai kelemahan.
Padahal, mengampuni adalah kekuatan.
Tidak semua orang mampu melakukannya. Terlebih ketika luka itu dalam atau terjadi berulang kali.
Namun firman Tuhan mengajarkan bahwa mengampuni adalah jalan kasih.
Menutupi pelanggaran bukan berarti membenarkan kesalahan.
Tetapi memilih untuk tidak terus mengungkitnya.
Kita melepaskan hak untuk membalas. Kita menyerahkan penghakiman kepada Tuhan.
Mengampuni bukan tentang perasaan tetapi tentang keputusan.
Keputusan untuk tidak menyimpan kepahitan, karena kepahitan hanya akan merusak diri sendiri.
Ia seperti racun yang kita minum sendiri dan berharap orang lain yang terluka.
Dengan mengampuni, kita membebaskan diri.
Hati menjadi lebih ringan. Relasi bisa dipulihkan. Dan kita bisa melangkah maju.
Ambil keputusan untuk mulai mengampuni, meskipun prosesnya bertahap!
Pertanyaan reflektif : Siapa orang yang masih sulit akui ampuni saat ini?
Versi Audio
