Hari 1 — Teguran adalah Kesempatan, Bukan Serangan
Amsal 15 : 5b
“Siapa mengindahkan teguran adalah bijak.”
Tidak ada orang yang langsung nyaman saat ditegur.
Respons pertama kita biasanya mempertahankan diri.
Kita merasa diserang. Kita ingin membela diri. Atau bahkan menolak mentah-mentah.
Padahal teguran tidak selalu berarti penolakan. Sering kali itu adalah bentuk perhatian.
Tuhan bisa memakai orang lain untuk mengingatkan kita, baik melalui atasan, teman, pasangan, atau pemimpin rohani.
Masalahnya, kita sering fokus pada cara penyampaian. Bukan pada isi yang disampaikan.
Kita tersinggung, lalu menutup diri. Dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk berubah.
Padahal orang bijak justru menerima teguran.
Bukan berarti semua teguran pasti benar, namun orang bijak mau memeriksa dirinya. Mau belajar. Mau berubah.
Teguran adalah cermin, yang menunjukkan bagian yang tidak kita lihat sendiri.
Karena itu, mari saat menerima masukan hari ini, jangan langsung menolak.
Dengarkan dengan hati terbuka.
Gunakan itu sebagai kesempatan untuk bertumbuh!
Pertanyaan reflektif : Bagaimana reaksiku saat ditegur—apakah aku terbuka atau langsung menolak?
Versi Audio
