Yang Kita Sembah

Seri “Menghadapi Pencobaan”

Matius 4 : 10 – 11

“Maka berkatalah Yesus kepadanya: ‘Enyahlah, Iblis! Sebab ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!’ Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.”

Iblis menawarkan kemuliaan dunia tanpa salib.

Kekuasaan, pengaruh, dan keberhasilan tanpa penderitaan.

Namun harga yang diminta adalah penyembahan yang salah arah.

Tuhan Yesus menolak dengan tegas dan jelas. Ia memilih kesetiaan daripada kenyamanan.

Dalam hidup dewasa, pencobaan terbesar sering berkaitan dengan ambisi.

Kita tergoda menukar integritas dengan posisi. Menukar kebenaran dengan penerimaan. Menukar ketaatan dengan keamanan semu.

Yesus mengingatkan bahwa hanya Tuhan yang layak disembah.

Apa yang kita sembah akan menentukan arah hidup kita.

Jika kita menyembah Tuhan, kita rela taat meski harus menunggu. Jika kita menyembah dunia, kita akan terus haus dan tidak pernah puas.

Kesetiaan kepada Tuhan tidak selalu membawa jalan mudah.

Namun selalu membawa damai yang sejati.

Tuhan Yesus keluar dari pencobaan dengan kemenangan, bukan karena menghindari penderitaan, tetapi karena setia.

Dan saat kita memilih menyembah Tuhan seperti Yesus di tengah pencobaan, kita menemukan kekuatan untuk bertahan, berharap, dan melangkah dengan iman yang tidak tergoyahkan!

Versi Audio

    Leave a Reply