Selidikilah Aku

Mazmur 139 : 23

“Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku; ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku.”

Salah satu kesalahan umum ketika menengok kembali perjalanan hidup adalah hanya fokus pada keberhasilan atau hanya fokus pada kegagalan.

Keduanya bisa menipu.

Refleksi yang sehat adalah ketika kita berani menatap seluruh jejak langkah kita—baik maupun buruk, dengan hati yang terbuka di hadapan Tuhan.

Daud berani berkata, “Selidikilah aku.”

Ini bukan sekadar introspeksi, tetapi meminta Tuhan menerangi pikiran, motivasi, dan keputusan kita.

Kita sering tidak jujur pada diri sendiri, entah karena menyangkal, membela diri, atau menyederhanakan masalah.

Tetapi Tuhan tidak tertipu oleh apa yang kita ceritakan pada diri sendiri.

Setahun terakhir mungkin hidup kita berisi keberhasilan, namun juga keletihan, penyesalan, konflik, atau pilihan yang kurang tepat.

Mari, renungkan keputusan besar yang telah kita buat selama setahun ini.

Tanyakan apakah itu mencerminkan hikmat atau reaksi emosional sesaat.

Minta Tuhan menolong kita melihat apa yang perlu kita lihat, bukan apa yang ingin kita lihat.

Bagian hidup mana yang paling sulit untuk kita akui di hadapan Tuhan atau adakah pola dosa atau pola keputusan yang Tuhan ingin kita akui.

Refleksi hari ini bukan untuk menyalahkan diri sendiri, melainkan untuk menemukan apa yang Tuhan tunjukkan melalui semua itu dan belajar semakin baik darinya!

Versi Audio

    Leave a Reply