Mazmur 42 : 6
“Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!”
Ada masa ketika semua terasa gelap.
Doa seolah tak berjawab, hidup tak menunjukkan arah, dan setiap langkah terasa sia-sia.
Pemazmur pun pernah mengalami hal serupa ketika ia merasa tertindas, seolah Tuhan diam.
Namun ia tidak berhenti di sana; ia berbicara kepada dirinya sendiri untuk berharap kepada Tuhan.
Ketiadaharapan seringkali bukan karena Tuhan tidak bekerja, tetapi karena kita kehilangan fokus kepada-Nya.
Ketika pandangan kita hanya tertuju pada keadaan, iman kita mungkin bisa memudar.
Namun, saat kita mengarahkan pandangan kembali kepada Tuhan, harapan mulai timbul kembali sekalipun perlahan.
Mari, renungkan satu hal yang masih bisa kita syukuri hari ini.
Sekecil apa pun itu, biarkan rasa syukur menjadi titik awal harapan baru.
Jangan menolak kesedihan kita. Buka diri kepada seseorang yang seiman, apakah itu seorang teman rohani atau gembala.
Berbagi beban bukan tanda lemah, melainkan bentuk penyembuhan.
Tuhan tidak meminta kita langsung kuat, tetapi Ia mengundang kita untuk tetap datang, meski dengan langkah gemetar!
Versi Audio
