Seri “Dengan Segenap Hati”
Ulangan 6 : 5b
“Kasihilah Tuhan, Allahmu … dengan segenap jiwamu.”
Mengasihi Tuhan dengan segenap jiwa berarti menyerahkan seluruh keberadaan kita kepada-Nya, yaitu identitas, kehendak, impian, dan bahkan penderitaan kita.
Jiwa adalah inti terdalam manusia, sebuah tempat keputusan dan integritas berada.
Kasih sejati kepada Tuhan mengubah cara kita melihat diri sendiri.
Kita tidak lagi hidup untuk membangun citra diri, kehormatan, atau keamanan pribadi, tetapi untuk menyenangkan Tuhan.
Bahkan saat penderitaan atau kehilangan melanda, kasih kita tetap utuh karena itu tidak bergantung pada keadaan.
Ini menunjukkan bahwa mengasihi Tuhan bisa berarti menyangkal keinginan pribadi demi mengikuti kehendak-Nya.
Mari, serahkan identitas kita pada Tuhan, bukan pada dunia.
Jangan menilai diri kita dari pekerjaan, prestasi, status sosial, atau pengakuan orang lain, tetapi lihat diri kita sebagaimana Tuhan melihat kita.
Taatlah dalam ketidaknyamanan yang kita mungkin alami saat ini. Waktu beban hidup berat, jangan buru-buru menyalahkan Tuhan.
Sebaliknya, jadikan momen itu sebagai latihan jiwa untuk bertumbuh dalam kepercayaan dan kasih.
Tunjukkan kasih kepada Tuhan lewat tindakan yang mengutamakan kebenaran, meski tidak populer.
Bersyukurlah dalam segala musim hidup, karena kasih sejati tidak bersyarat!
Versi Audio
