Seri “Mengenal Suara”
Yesaya 40 : 8
“Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya.”
Tuntunan Tuhan tidak pernah bertentangan dengan firman-Nya sendiri.
Jika kita mendapatkan suatu dorongan atau suara hati yang membuat kita kompromi dengan dosa, mengandalkan kebohongan, atau memuaskan ego, jelas itu bukan suara Tuhan.
Sebaliknya, suara Tuhan menuntun kita untuk mengasihi, mengampuni, hidup dalam kebenaran, dan merendahkan diri.
Kadang kita bisa memanipulasi ayat untuk membenarkan keinginan kita.
Tettapi suara Tuhan bukan untuk membenarkan kehendak kita, melainkan untuk menuntun kita pada kehendak-Nya.
Mari, cermati baik-baik, apakah suara atau tuntunan yang kita dengar membuat kita lebih menyerupai Kristus atau lebih memuaskan ego.
Ambil satu keputusan yang sedang kita pikirkan, lalu uji apakah ini sesuai dengan isi Alkitab,
Apakah ini membawa damai atau kebingungan.
Apakah ini memuliakan Tuhan atau hanya menguntungkan diri sendiri.
Jika tidak bisa menjawab dengan yakin, tunda dulu.
Terkadang kita terlalu takut salah dengar sampai tidak melangkah sama sekali. Tetapi suara Tuhan tidak membuat kita lumpuh.
Jika kita sudah mendoakan, menguji dengan Firman, dan hati kita dipenuhi damai, melangkahlah dengan iman!
Versui Audio
