Seri “Kitab Yehezkiel”
Yehezkiel 1 : 1, 4, 28b
“Langit terbuka dan aku melihat penglihatan-penglihatan dari Allah… tampaklah angin badai datang dari utara… seperti pelangi di awan pada hari hujan, demikianlah kelihatan kemuliaan TUHAN.”
Yehezkiel mendapat penglihatan tentang kemuliaan Tuhan saat ia berada di pembuangan, bukan di Bait Allah, melainkan di tepi sungai di tanah asing.
Ini sangat mencengangkan bahwa Tuhan hadir di tempat yang tidak suci, di tengah kehancuran, bahkan di tengah pengasingan.
Pesan pentingnya bahwa Tuhan tidak dibatasi tempat.
Bahkan saat segalanya hancur, Tuhan tetap menyatakan diri-Nya. Ia tidak meninggalkan umat-Nya.
Apakah kita pun sedang merasa “terbuang”?
Mungkin kita merasa jauh dari Tuhan, ditinggalkan, atau mengalami musim kehancuran.
Seperti Yehezkiel, kita mungkin tidak lagi di tempat “rohani” seperti dulu.
Tetapi Tuhan masih hadir, Ia menyatakan kemuliaan-Nya di tengah padang gurun.
Mari, jangan tunggu semuanya beres untuk menyadari kehadiran Tuhan.
Justru di tengah kekacauan, Tuhan sering kali lebih dekat dari yang kita sadari. Ia datang dalam badai, dalam air mata, dalam kehancuran yang kita tidak mungkin Ia mau hadir.
Carilah Dia di tengah kehancuran.
Seperti Yehezkiel, minta Tuhan buka mata rohani agar Ia bisa kita memberi penghiburan dan arah baru di tengah kehancuran sekalipun!
Versi Audio
