Roma 2 : 4
“Maukah engkau menganggap sepi kekayaan kemurahan-Nya, kesabaran-Nya dan kelapangan hati-Nya? Tidakkah engkau tahu, bahwa maksud kemurahan Allah ialah menuntun engkau kepada pertobatan?”
Kadang kalau sudah sekali jatuh, ada orang menyerah dengan berpikir sekalian saja hancur semakin parah.
Mungkin karena merasa gagal, malu, dan berpikir tidak ada harapan lagi, mereka nekad mengulang hal yang salah itu terus-menerus.
Padahal kalau dalam kasih-Nya, Tuhan meluputkan kita dari kehancuran yang lebih besar, sepatutnya kita segera bertobat.
Jangan sia-siakan kemurahan-Nya, yang berkuasa memulihkan hidup kita yang pernah gagal.
Buang jauh-jauh pikiran putus asa yang Iblis taruh bahwa kita tidak mungkin bisa bangkit.
Percaya, di hadapan Tuhan orang yang sangat buruk asalkan mau bertobat, selalu ada harapan.
Mari, jangan tunda atau masih main-main setengah hati dengan dosa, tetapi totallah berjuang tinggalkan.
Kalau kita akhirnya hancur, itu bukan karena Tuhan tidak memberi kesempatan, tetapi kita yang menyia-nyiakannya.
Hargai kemurahan hati Tuhan.
Jangan nanti, nanti, dan nanti, karena sekalipun Ia murah hati, tidak berarti kesempatan yang diberikan-Nya itu murahan untuk kita abaikan!
Versi Audio
