Ditulis oleh Yolanda
Roma 2 : 1
“Karena itu, hai manusia, siapa pun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.”
Di zaman sekarang seseorang mudah sekali terprovokasi, mudah menuduh atau menyalahkan orang lain.
Apalagi dikarenakan perkembangan teknologi, media sosial menjadi tempat untuk berkomentar, menghujat, menghina, memojokkan, hingga merendahkan orang lain.
Orang-orang tidak lagi merasa perlu memeriksa kebenaran, apalagi ketika menyangkut kabar negatif tentang sosok tertentu.
Jangan-jangan, kita pun pernah ikut-ikutan menghakimi orang lain, berlaku seolah-olah menjadi orang yang paling benar.
Ingatlah, Tuhan tidak ingin kita mencari-cari kesalahan atau kelemahan orang lain.
Tuhan ingin kita hadir untuk saling menolong dan melengkapi antara satu dengan yang lain.
Tidakkah kita malu pada diri sendiri, bila kesalahan yang kita perbuat ternyata jauh lebih besar dari orang yang sedang kita hakimi?
Daripada menjadi hakim bagi orang lain, jauh lebih baik kita memeriksa diri kita sendiri dahulu dan belajar menjadi lebih bijaksana.
Hanya Tuhanlah yang bisa memberi penghakiman dengan jujur dan adil!
Versi Audio
