Mengakui Perasaan

Seri “Menghadapi Keputusasaan”

Mazmur 34 : 18

“Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.”

Langkah pertama dalam menghadapi keputusasaan adalah mengakui perasaan itu kepada Tuhan.

Mengakui perasaan kita adalah awal dari proses penyembuhan.

Sayangnya kita tidak selalu mudah melakukannya, mungkin karena anggapan bahwa mengaku lemah itu tidaklah baik.

Jadinya, kita terus menyangkali keadaan diri sesungguhnya, terlebih di depan orang lain kita berusaha nampak “kuat dan baik-baik”.

Namun, renungkanlah : untuk apa menutup diri di hadapan Tuhan yang mengenal kita apa adanya?

Kalau kita takut dengan penolakan, ingatlah bahwa Tuhan tidak jauh saat kita merasa hancur, Dia dekat dan siap untuk menyelamatkan kita.

Mari, luangkan waktu untuk berdoa dan menceritakan perasaan kita kepada Tuhan.

Tidak usaha harus berbahasa manis dan rohani, ungkapkan saja dengan bahasa apa adanya, yang tulus keluar dari hati terdalam.

Bahkan di kala kata-kata pun tak sanggup melukiskannya, berdiam di hadapan-Nya juga menjadi seruan yang terdengar oleh-Nya, yang bersedia menerima jiwa kita yang sedang remuk!

Versi Audio

    Leave a Reply