Ditulis oleh Yolanda
Kolose 4 : 6
Hendaklah kata-katamu senantiasa penuh kasih, jangan hambar, sehingga kamu tahu, bagaimana kamu harus memberi jawab kepada setiap orang.
Apa yang pertama kali terlintas di pikiran kita saat mendengar kata “hambar”?
Seringkali garam digunakan sebagai simbol rohani kita.
Garam adalah mineral penting yang digunakan untuk mengawetkan dan mengasinkan.
Sedikit garam akan menghasilkan banyak perbedaan rasa dalam masakan.
Ayat diatas mengingatkan agar berhati-hati dengan mulut dan ucapan kita.
Kita harus bisa menjadi teladan dan kesaksian bagi orang-orang, salah satunya melalui ucapan mulut.
Ada banyak orang yang mendapatkan kekuatan dan semangat akibat mendengarkan perkataan dari orang lain.
Sebaliknya ada pula yang menjadi terluka, hancur, frustasi dan putus asa karena terbunuh oleh perkataan yang didengarnya.
Ingatlah, garam yang baik akan memberi manfaat yang baik.
Kalaupun merasa pembicaraan berlangsung hambar, kita menjaganya agar tetap benar di mata Tuhan.
Kita berdoa biarlah ucapan kita sekecil apa pun, seperti secuil garam, dapat menjadi berkat bagi kehidupan orang lain.
Seperti hal lain yang bisa dipersembahkan, kita ingin setiap ucapan kita dapat memuliakan Tuhan, di mana pun kita berada!
Versi Audio

1 Comment
Lukas Onggo Wijaya
Ibrani 13:15-16
Sebab itu marilah kita, oleh Dia, senantiasa mempersembahkan korban syukur kepada Allah, yaitu ucapan bibir yang memuliakan nama-Nya. Dan janganlah kamu lupa berbuat baik dan memberi bantuan, sebab korban-korban yang demikianlah yang berkenan kepada Allah.