Seri “Membasuh Kaki”
Yohanes 13 : 3 – 4
Yesus tahu, bahwa Bapa-Nya telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya dan bahwa Ia datang dari Allah dan kembali kepada Allah. Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya.
Semakin berkuasa, seharusnya semakin melayani.
Ini yang Tuhan Yesus tunjukkan ketika segala sesuatu ada dalam genggaman kuasa-Nya : bukannya sombong memerintah dengan tangan besi, Ia justru memposisikan dengan rendah hati melayani.
Padahal dengan posisi, kekuatan, dan kuasa yang dimiliki, Tuhan bisa menuntut untuk dilayani.
Banyak orang akan mengambil kesempatan itu demi kepuasan dan kepentingan pribadi, bahkan dengan tidak segan-segan memanfaatkan orang lain sebagai pijakan.
Karena itu, teladan Tuhan ini menjadi sebuah panggilan bagi setiap kita yang merasa ada di posisi “tinggi.”
Biarlah semakin kita hebat, semakin kita menundukkan diri untuk mendahulukan kepentingan orang lain.
Semakin diberkati, semakin berkuasa, semakin punya pengaruh, semua itu digunakan hanya dengan semangat melayani.
Mari, bila hari ini kita telah menyalahgunakan posisi kita, bertobat dan kembalilah rendah hati.
Sekalipun engkau tuan, milikilah hati hamba.
Kekuasaan sepatutnya tidak pernah lepas dari pelayanan, biarlah teladan Kristus itu kita bawa setiap hari!
Versi Audio
