Benci Kemunafikan

Seri “Hidup Berintegritas”

Matius 21 : 28 – 29

Tetapi apakah pendapatmu tentang ini: Seorang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada anak yang sulung dan berkata: Anakku, pergi dan bekerjalah hari ini dalam kebun anggur. Jawab anak itu: Baik, bapa. Tetapi ia tidak pergi.

Integritas paling sederhana diartikan melakukan apa yang telah dikatakan.

Menyedihkannya dalam kisah ini, bahkan dengan orang terdekat seperti seorang ayah sendiri yang menyuruh, si sulung tega berbeda sikap.

Perhatikan, si sulung bukan berkata “tidak”, tetapi ia menegaskan jawaban “iya” yang tidak bisa ditepatinya.

Seperti si sulung, kebanyakan sering memoles ucapan mengesankan yang sebenarnya beda dengan keinginan hati.

Padahal sangat mungkin, ayahnya lebih bisa terima seandainya ia jawab jujur dari awal, kalau memang tidak mau.

Ingatlah, sakit di awal karena mengetahui kebenaran lebih baik daripada sakit belakangan karena ditipu sikap munafik.

Mari, jangan berani berkata kalau tidak berani membuktikan.

Lebih baik jujur apa adanya dan biasakan sebelum ucap, pikir dulu baik-baik.

Tuhan benci kemunafikan, karena Ia sendiri tidak pernah ingkar dengan setiap ucapan-Nya. Sungguh kita patut meneladani-Nya.

Kalau kita sendiri tidak suka dengan sikap munafik, jangan pernah lakukan itu dengan siapa pun!

Versi Audio

    Leave a Reply