Mengulurkan Kasih

Matius 9 : 11

Pada waktu orang Farisi melihat hal itu, berkatalah mereka kepada murid-murid Yesus: “Mengapa gurumu makan bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”

Menyedihkan, orang-orang yang nampak dekat dengan Tuhan, punya jabatan rohani, dijadikan panutan dalam hal kerohanian, justru tak punya belas kasihan.

Orang farisi justru bersikap sombong, merasa diri lebih tak berdosa dibandingkan mereka yang profesi dan status hidupnya seakan tak layak dikasihi Tuhan.

Padahal layaknya orang sakit yang butuh ditolong, orang berdosa membutuhkan penerimaan dan belas kasihan.

Dengan bercermin atas sikap orang Farisi, kita pun sering terjatuh dalam kesombongan serupa.

Hai para pendeta, para pelayan Tuhan, orang lama yang ikut Tuhan belasan puluhan tahun, jangan sampai kedekatan kita dengan Tuhan membuat kita jadi sombong.

Membuat kita jadi berhak menghakimi dan melabeli mana orang yang berdosa dan yang tidak.

Seharusnya, semakin kenal belas kasihan Tuhan, semakin kita harus rendah hati merasa diri orang berdosa yang diampuni.

Kita jadi lebih mudah empati dengan posisi orang lain yang belum kenal Tuhan dan bergumul untuk berubah.

Bukannya menghakimi, kita malah mengulurkan kasih kepada mereka seperti kasih Tuhan yang sudah terulur bagi kita yang tak layak!

Versi Audio

    Leave a Reply