Matius 7 : 1 – 2
Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Kalau mencari kesalahan orang lain, tanpa diajar pun, kita bisa dengan cepat melakukannya.
Kita bisa mengajukan banyak tuntutan atas ketidaksempurnaan orang sekitar, tetapi menolak bila diukur dengan standar yang serupa.
Jadinya, kita bersikap tidak adil, keras terhadap orang lain tetapi minta dimaklumi bila terjadi dengan diri sendiri.
Karena itulah, Tuhan tidak ingin kita jadi hakim yang pandai menilai orang lain.
Hai, anak Tuhan, sebelum mengukur orang lain, ukurlah dulu dirimu sendiri.
Kalau diri sendiri belum beres, masih melakukan kesalahan yang dipersoalkan, harusnya kita malu dan memilih menutup mulut untuk tidak menghakimi.
Jadilah rendah hati dengan menjadikan kesalahan orang lain sebagai cermin kejujuran untuk mengecek keadaan diri.
Daripada menghakimi, Tuhan ingin kita mendoakan orang yang berlaku salah agar seperti kita, mereka pun dapat berubah lebih baik.
Penghakiman yang kita lakukan akan menjadi bumerang yang mengena diri sendiri.
Siapakah kita, manusia yang belum sempurna, bisa sombong menghakimi dan berpikir luput juga untuk diukur sama?
Versi Audio
