Garam Dunia

Matius 5 : 13

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.


Sekalipun kita sudah diselamatkan dan keselamatan itu tidak bisa hilang, ingatlah bahwa kesaksian hidup kita bisa berubah.

Bukankah banyak mereka yang mulai dengan ketulusan dan kemurnian, entah karena alasan tertentu akhirnya sikap mereka berubah buruk?

Artinya, sampai nafas terakhir berhembus, kita tidak boleh lengah dengan beranggapan kita tidak mungkin jatuh lagi dalam dosa atau tidak mungkin berubah buruk.

Karena kita bukanlah robot yang sudah ditebus, Tuhan memberi kita kebebasan untuk bersikap apakah akan membalas kasih-Nya dengan perjuangan ketaatan atau tidak.

Hai, para rohaniwan, gelar seorang hamba Tuhan yang melayani puluhan tahun tidak menjamin kita pasti tetap “asin” hingga akhir, hati-hatilah.

Hai, pengikut Kristus yang sudah dibaptis lama, punya kedudukan penting di gereja, terkenal seantero gereja dan lingkungan, tidak menjamin hidupmu pasti kebal dari kejatuhan hingga akhir, hati-hatilah.

Mari, jangan lengah, tetaplah dekat bergantung kepada Tuhan.

Kasih, kesetiaan, komitmen, sikap bisa berubah.

Biarlah kita terus menjaga “asin” hidup kita sehingga senantiasa bawa pengaruh positif dimana pun Tuhan tempatkan!

Versi Audio

    Leave a Reply