Seri “Jadilah Bijak”
Amsal 22 : 11
Orang yang mencintai kesucian hati dan yang manis bicaranya menjadi sahabat raja.
Bicara manis itu tidaklah salah.
Karena seringkali yang membuat pesan seseseorang sampai dengan baik, bukan hanya isinya yang bagus, tetapi juga karena disampaikan dengan begitu baik.
Ucapan ketegasan yang pesannya menohok pun bila disampaikan dengan baik sanggup menghasilkan buah respons yang positif.
Namun, Tuhan tidak ingin kita hanya bermulut manis, tanpa disertai hati yang tulus.
Bila tidak, kita akan seperti kebanyakan orang yang memanfaatkan mulut manisnya hanya sebagai kedok yang ternyata berbeda luar-dalam.
Mari, pintarlah menata ucapan kita, tetapi tetaplah terus jaga kemurnian hati kita.
Sampaikan sesuatu dengan sopan dan hormat, tanpa kehilangan kebenaran yang kita tolak untuk kompromikan.
Tegas, tanpa perlu kasar.
Manis, tanpa perlu berlebihan.
Dalam dunia yang penuh kelicikan dan dosa, Tuhan ingin kita jadi pribadi yang cerdas dalam menempatkan diri dalam situasi apa pun.
Kita akan dipercaya melalui ucapan yang bijak dan ketulusan hati yang tidak munafik.
Menangkan hati orang, entah itu atasan, rekan bisnis, dosen, orang tua, siapa pun, dengan tutur kata kita yang berhikmat dan hati yang memuliakan Tuhan!
Versi Audio
