Hari 3: Jaga Style Bicara, Jangan Asal Ceplos!
Amsal 10:19
“Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.”
Di zaman sekarang, kita gampang banget ngetik komentar, ngobrol di grup chat, atau asal spill pendapat tanpa dipikir dulu.
Tapi makin banyak kita bicara atau mengetik tanpa rasa kontrol, makin besar peluang kita buat menyakiti perasaan orang lain.
Menjadi remaja yang bijak berarti tahu kapan waktunya harus bicara dan kapan waktunya buat diam mendengarkan.
Remaja yang berakal budi bakal menyaring setiap perkataannya agar selalu membawa vibes positif dan rasa aman.
Menahan diri dari keinginan buat ikut-ikutan bergosip atau menghujat adalah bukti kalau kamu punya kematangan emosi.
Perkataanmu menunjukkan kualitas hatimu, jadi pastikan setiap kata yang keluar dari mulutmu itu berguna.
Yuk, kita latih diri untuk lebih banyak mendengarkan dan selalu berpikir dua kali sebelum bicara atau ngetik sesuatu!
Pertanyaan Reflektif: Apakah perkataan dan tulisanmu di media sosial hari ini sudah membangun orang lain, atau justru melukai mereka?
