Hari 5: Menang Atas Konflik Batin dan Pergumulan Diri
Roma 7 : 19
“Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik, yang aku lakukan, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang jahat, yang aku lakukan.”
Setiap orang dewasa yang jujur pasti pernah mengalami perang batin antara keinginan melakukan yang benar dan dorongan melakukan kesalahan.
Kita ingin menjadi pasangan yang sabar, tetapi sering kali meledak dalam emosi keras saat mengalami kelelahan.
Kita ingin hidup hemat dan bersyukur, tetapi godaan konsumerisme sering kali menguasai pikiran dan keputusan finansial kita.
Kejujuran Paulus dalam bab ini memberikan penghiburan bahwa ketegangan batin ini adalah pergumulan yang wajar bagi setiap manusia.
Namun, Paulus tidak berhenti pada keputusasaan, melainkan mengarahkan pandangannya kepada Yesus Kristus sebagai satu-satunya penolong sejati.
Kita tidak akan pernah bisa menang melawan kecenderungan daging hanya dengan mengandalkan tekad atau disiplin diri kita semata.
Kita membutuhkan pertolongan Roh Kudus untuk memimpin setiap keputusan dan menundukkan kehendak diri kita yang lemah.
Ketika kita jatuh dalam pergumulan batin, jangan lari menjauh dari Tuhan karena rasa bersalah atau malu.
Datanglah kepada-Nya dengan jujur, akui keterbatasan kita, dan mintalah anugerah-Nya untuk memulihkan dan menguatkan langkah kita Kembali!
Pertanyaan Reflektif: Dalam area manakah pertempuran batin Anda terasa paling sengit saat ini, dan bagaimana Anda mengandalkan pertolongan Tuhan?
Versi Audio
