Hari 11: Setia Melayani Walau Dibatasi Ruang dan Gerak
Kisah Para Rasul 28 : 30 – 31
“Dan Paulus tinggal dua tahun penuh dalam rumah yang disewanya sendiri; ia menerima semua orang yang datang kepadanya. Dengan terus terang dan tanpa rintangan ia diberitakan Kerajaan Allah dan mengajar tentang Tuhan Yesus Kristus.”
Banyak orang dewasa sering menunda untuk berbagi kebaikan atau melayani Tuhan sampai kondisi hidup mereka terasa “sempurna”.
Kita berpikir bahwa kita baru bisa berdampak jika sudah pensiun, memiliki kecukupan finansial, atau saat beban hidup sudah berkurang.
Di akhir Kitab Kisah Para Rasul, Rasul Paulus berada dalam status tahanan rumah di Roma dengan keterbatasan gerak yang sangat nyata.
Namun, ruang yang sempit dan rantai yang mengikat tangannya tidak pernah sanggup memenjarakan semangat dan kebenaran Injil di dalam hatinya.
Paulus tidak menunggu kondisi fisik dan status hukumnya bebas untuk mulai menyambut, menguatkan, dan melayani orang-orang yang datang kepadanya.
Keterbatasan ruang, tempat kerja yang kecil, atau waktu yang terbatas bukanlah alasan untuk menghentikan dampak hidup kita bagi sesama.
Tuhan tidak menuntut kita memiliki panggung yang besar untuk bisa menjadi saluran berkat dan kasih-Nya.
Tempat tinggal kita, meja kantor kita, atau bahkan grup percakapan ponsel kita adalah “rumah sewaan” tempat kita bisa membagikan sukacita hari ini.
Ketika kita setia dan jujur mengusahakan kebaikan dalam keterbatasan yang ada, Tuhan sendiri yang membebaskan dampak hidup kita dari segala rintangan.
Jangan biarkan kondisi yang tidak ideal menghentikan niat tulus kita untuk tetap menjadi terang di manapun Anda berada!
Pertanyaan Reflektif: Keterbatasan atau alasan apa yang paling sering membuat Anda menunda untuk menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekitar Anda?
Versi Audio
