Hari 2 — Bahaya Takut kepada Manusia
1 Samuel 15 : 24
“Aku telah berdosa, sebab telah kulangkahi titah TUHAN dan perkataanmu; tetapi aku takut kepada rakyat, karena itu aku mengabulkan permintaan mereka.”
Ayat ini mengungkap akar masalah Saul.
Ia lebih takut kepada manusia daripada kepada Tuhan.
Ia tahu apa yang diperintahkan Tuhan, namun ia memilih mengikuti tekanan dari rakyat.
Banyak orang percaya masih bergumul dengan hal yang sama.
Kita takut ditolak. Kita takut tidak disukai. Kita takut kehilangan penerimaan orang lain.
Akibatnya, kita berkompromi dengan kebenaran.
Kita memilih jalan yang populer daripada jalan yang benar.
Saul kehilangan arah karena menjadikan suara manusia lebih penting daripada suara Tuhan.
Tekanan lingkungan memang nyata, namun kebenaran Tuhan tidak berubah.
Orang yang takut akan Tuhan akan memiliki keberanian untuk berdiri teguh.
Sebaliknya, orang yang terlalu mengejar persetujuan manusia akan mudah goyah.
Kita tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi kita dapat hidup berkenan kepada Tuhan.
Pada akhirnya, penilaian Tuhan jauh lebih penting daripada penilaian manusia.
Hidup yang benar kadang tidak populer, tetapi selalu bernilai di mata Tuhan.
Pilihlah menaati Tuhan meskipun keputusan itu tidak disukai banyak orang!
Pertanyaan Reflektif : Apakah ada keputusan yang saya ambil hanya karena takut pada pendapat orang lain?
Versi Audio
