Hari 5 — Menjadi Pengaruh, Bukan Dipengaruhi
Amsal 12 : 26
“Orang benar mendapati tempat penggembalaannya, tetapi jalan orang fasik menyesatkan mereka sendiri.”
Tuhan tidak memanggil kita untuk menjadi pengikut dunia.
Ia memanggil kita menjadi pembawa pengaruh.
Sayangnya, banyak orang percaya justru lebih mudah dipengaruhi lingkungan.
Akhirnya nilai hidupnya berubah. Cara berpikirnya berubah. Bahkan gaya hidupnya mulai menjauh dari Tuhan.
Firman Tuhan berkata bahwa orang benar seharusnya menjadi penunjuk jalan.
Artinya hidup kita harus membawa arah yang baik bagi orang lain. Bukan sempurna, tetapi membawa dampak positif.
Mungkin kita merasa kecil dan biasa saja, namun Tuhan bisa memakai hidup yang sederhana untuk menjadi terang.
Sikap sabar kita bisa menguatkan orang lain. Kejujuran kita bisa menjadi contoh. Perkataan kita bisa membawa penghiburan.
Karena itu jangan merasa sia-sia hidup benar.
Tetaplah menjadi pribadi yang membawa pengaruh baik.
Tidak perlu ikut semua tren dunia. Tidak perlu takut berbeda.
Karena nilai hidup kita berasal dari Tuhan, bukan dari penilaian manusia.
Dan saat kita hidup bersama Tuhan, hidup kita akan terus memancarkan terang.
Jadilah pribadi yang memberi pengaruh baik di mana pun kita berada!
Pertanyaan reflektif : Selama ini, apakah aku lebih banyak memengaruhi lingkungan atau justru dipengaruhi lingkungan?
Versi Audio
