Menjadi Fleksibel

Seri “Menyesuaikan Diri”

1 Korintus 9 : 22b

“Bagi semua orang aku telah menjadi segala-galanya, supaya aku sedapat mungkin memenangkan beberapa orang dari antara mereka.”

Paulus adalah pribadi yang fleksibel. Ia bisa menyesuaikan diri dengan berbagai orang.

Dengan orang Yahudi, ia seperti orang Yahudi. Dengan orang bukan Yahudi, ia menyesuaikan diri juga.

Namun ia tidak kehilangan imannya.

Ini penting.

Menyesuaikan diri bukan berarti mengorbankan prinsip. Tetapi tentang cara kita menghadapi situasi.

Kadang kita terlalu kaku. Kita ingin semuanya sesuai cara kita.

Saat tidak terjadi, kita frustrasi. Padahal hidup membutuhkan kelenturan.

Tuhan memanggil kita untuk bijaksana.

Untuk membaca situasi. Untuk menyesuaikan pendekatan. Dalam pekerjaan, relasi, bahkan pelayanan.

Orang yang dewasa secara rohani tahu kapan harus bertahan dan kapan harus menyesuaikan diri.

Ini bukan kelemahan. Ini kekuatan, karena kita tidak dikendalikan ego. Kita dipimpin hikmat Tuhan.

Melalui sikap ini, kita bisa tetap berdampak di mana pun berada.

Mari, evaluasi sikap kita.

Apakah kita terlalu kaku atau terlalu mudah goyah?

Belajarlah menyesuaikan diri dengan bijaksana tanpa kehilangan iman!

Versi Audio

    Leave a Reply