Seri “Mengelola Kemarahan”
Titus 1 : 8
“Melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri.”
Menguasai diri bukan bakat alami.
Itu buah pertumbuhan rohani.
Amarah yang dikelola menunjukkan kedewasaan iman.
Orang dewasa rohani bukan yang tidak pernah marah, tetapi yang tahu kapan dan bagaimana harus marah.
Ada kemarahan yang benar terhadap ketidakadilan. Namun bahkan kemarahan yang benar pun harus dikendalikan.
Tanpa penguasaan diri, kebenaran bisa disampaikan dengan cara yang salah.
Menguasai diri berarti tidak membiarkan emosi mengambil alih keputusan.
Itu berarti berani berhenti sejenak sebelum bereaksi.
Itu berarti bersedia meminta maaf jika salah.
Itu berarti belajar dari setiap konflik.
Setiap kali kita berhasil menahan ledakan emosi, kita sedang bertumbuh.
Roh Kudus menolong kita menghasilkan penguasaan diri.
Kita tidak sendirian dalam proses ini.
Tuhan bekerja membentuk karakter melalui situasi yang memancing emosi.
Daripada mengeluh tentang orang yang membuat kita marah, kita bisa melihatnya sebagai latihan rohani.
Tuhan sedang mengasah kesabaran kita.
Kedewasaan rohani terlihat jelas dalam cara kita mengelola kemarahan!
Versi Audio
