Bahasa Rohani

Seri “Menghadapi Pencobaan”

Matius 4 : 5 – 7

“Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: ‘Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis: Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.’ Yesus berkata kepadanya: ‘Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!”

Iblis mengutip firman Tuhan untuk mencobai Yesus.

Ini menunjukkan bahwa pencobaan tidak selalu datang dalam bentuk yang jelas-jelas jahat.

Kadang pencobaan datang dengan bahasa rohani.

Dalam hidup dewasa, kita bisa tergoda memaksa Tuhan bertindak sesuai keinginan kita. Kita berdoa bukan untuk tunduk, tetapi untuk mengendalikan.

Yesus mengajarkan bahwa iman adalah kepercayaan, bukan tuntutan.

Ia menolak mencobai Allah, meski memiliki alasan rohani.

Ketaatan berarti percaya bahkan tanpa tanda ajaib.

Banyak kekecewaan rohani lahir karena kita salah memahami iman. Kita mengira Tuhan harus selalu menolong sesuai harapan kita.

Padahal Tuhan bekerja menurut hikmat dan waktu-Nya.

Iman yang matang belajar menyerahkan kendali.

Ia tetap setia meski jawaban belum terlihat. Ia tetap percaya meski tidak dipahami.

Tuhan Yesus menunjukkan bahwa hubungan dengan Bapa dibangun di atas kepercayaan, bukan sensasi.

Dan saat kita berhenti memaksa Allah seperti Tuhan Yesus di padang gurun, iman kita dimurnikan menjadi kepercayaan yang tenang di tengah pencobaan!

Versi Audio

    Leave a Reply