Seri “Ketaatan Yusuf”
Matius 1 : 19
“Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama istrinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.”
Yusuf menghadapi dilema besar, tunangannya mengandung, padahal mereka belum bersetubuh.
Dalam budaya Yahudi, itu aib besar.
Namun, Yusuf memilih untuk tidak mempermalukan Maria.
Ia menunjukkan karakter orang benar, bukan hanya dalam kesalehan hukum, tapi juga dalam belas kasih.
Ketaatan sejati sering dimulai dari hati yang lembut di tengah kekecewaan.
Yusuf taat kepada hukum, tetapi juga peka pada kasih.
Ia tidak membiarkan amarah menelan belas kasihan.
Bagi kita juga, saat menghadapi situasi yang tidak kita pahami, mintalah hati yang lembut, bukan lidah yang cepat menghakimi.
Belajarlah menahan diri dalam kekecewaan, tidak semua kebenaran perlu dibuktikan dengan cara keras.
Pilih untuk melindungi, bukan mempermalukan orang yang mengecewakan kita.
Sebelum bereaksi, ambil waktu berdoa dan diam seperti Yusuf.
Tindakan kecil dalam tenang sering lebih kudus daripada kemarahan yang besar!
Versi Audio
