Amsal 29 : 11
“Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak akhirnya meredakannya.”
Kitab Amsal berulang kali menyoroti pentingnya pengendalian diri sebagai buah dari hikmat.
Emosi bukanlah dosa, tetapi kehilangan kendali atas emosi bisa membawa kehancuran.
Amarah yang tidak dikendalikan seperti api kecil yang bisa membakar seluruh hutan.
Yesus sendiri marah, tetapi kemarahan-Nya bersumber dari kasih dan kebenaran, bukan ego.
Orang bijak tidak menolak perasaan, tetapi menundukkannya di bawah kuasa Roh Kudus.
Dalam konteks relasi manusia, pengendalian diri adalah bentuk kasih yang konkret, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, tetapi mengubah amarah menjadi doa dan tindakan penuh kasih.
Karena itu, saat emosi memuncak, ambillah waktu berdoa sebelum bereaksi.
Renungkan apakah kemarahan kit aitu membangun atau menghancurkan.
Latih diri untuk berbicara dengan lemah lembut, karena kelembutan lebih kuat daripada kemarahan!
Versi Audio
