Seri “Mau Memperbaiki”
Nehemia 4 : 1 – 3, 6
“Ketika Sanbalat mendengar bahwa kami sedang membangun kembali tembok itu, bangkitlah amarahnya dan ia sangat sakit hati; ia mengolok-olokkan orang Yahudi. Katanya di hadapan saudara-saudaranya dan tentara Samaria: ‘Apakah gerangan yang dilakukan orang Yahudi yang lemah itu? Akan selesaikah pekerjaan itu? …’ Tetapi kami terus membangun tembok itu, sehingga segenap tembok tersambung sampai setengah tinggi, karena seluruh bangsa bekerja dengan segenap hati.”
Setiap usaha memperbaiki apa yang rusak pasti dihadang dengan penentangan.
Saat Nehemia dan bangsa Israel berusaha membangun tembok kembali, mereka diejek, dihina, bahkan diancam.
Demikian juga ketika kita berusaha memperbaiki sesuatu, ada suara-suara orang sekitar yang dapat mengecilkan hati.
Dalam memperbaiki sesuatu yang rusak, jangan kaget bila ada orang yang tidak mendukung. Bahkan mungkin ada yang menertawakan atau menentang.
Namun jangan biarkan ejekan atau perlawanan menghentikan kita.
Kebenaran seringkali tidak populer, namun selalu menghasilkan buah yang kekal.
Fokuslah pada tujuan yang benar.
Pilihlah komunitas atau orang-orang yang mendukung perjalanan kita dalam pemulihan.
Hadapi ejekan dengan doa, bukan dengan emosi.
Biarlah Tuhan menguatkan kita untuk tetap berdiri teguh dalam kebenaran, meski banyak suara yang melemahkan.
Percaya, Tuhan akan menolong kita untuk menaruh harapan pada-Nya saja, bukan pada persetujuan manusia!
Versi Audio
