Seri “Jadilah Cerdik”
Yakobus 3 : 17
“Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.”
Tuhan Yesus menggabungkan dua hal yang tampaknya bertentangan: cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.
Dunia kita biasa memisahkannya: orang cerdik sering tidak tulus dan orang tulus sering tidak cerdik.
Tetapi dalam Kristus, kita dipanggil untuk menyatukan keduanya.
Cerdik tanpa tulus akan menjadi manipulatif. Tulus tanpa cerdik akan menjadi naif.
Kita butuh hikmat dari Tuhan yang membuat kita bijak dalam strategi, lembut dalam sikap, dan murni dalam motivasi.
Mari, saat kita berada dalam konflik, belajarlah mencari solusi yang membangun, bukan menjatuhkan.
Jangan bereaksi spontan, karena sikap cerdik dikendalikan oleh kasih dan hikmat.
Dalam menghadapi godaan, lari dari kejahatan bukan karena takut, tetapi karena tahu akibatnya.
Itu adalah tanda kecerdikan rohani.
Saat kita menyampaikan kebenaran, gunakan bahasa yang bersahabat, bukan menghakimi.
Biarlah Tuhan menolong kita menjaga keseimbangan antara ketulusan dan kecerdikan.
Memampukan kita untuk tidak hanya mengerti kehendak-Nya, tetapi juga menyatakannya dengan cara yang bijaksana dan penuh kasih!
Versi Audio
