Filipi 4 : 16 – 17
“Karena di Tesalonika pun kamu telah satu dua kali mengirimkan bantuan kepadaku. Tetapi yang kuutamakan bukanlah pemberian itu, melainkan buahnya, yang makin memperbesar keuntunganmu.”
Saat jemaat Tesalonika memberi bantuan, Paulus menegaskan bahwa pemberian itu bukan hanya mendatangkan berkat bagi dirinya sebagai penerima, tetapi juga memberkati mereka yang memberi.
Bukan ini menarik, ternyata buah dari pemberian kita dikatakan akan memperbesar keuntungan kita.
Orang yang memberi dalam Tuhan tidak akan dibiarkan kekurangan. Sebaliknya, mereka akan diberkati lebih lagi.
Benar, jangan sampai motivasi kita salah sehingga tindakan memberi itu hanya dijadikan umpan demi memuaskan ambisi serakah kita.
Kalau mau beri, berilah dengan tulus dan tanpa maksud tersembunyi.
Tetapi yakinlah, Tuhan punya cara memberkati kita dalam banyak hal sebagai upah bagi kebaikan kita.
Tidak selalu dalam berkat uang, tetapi juga berkat kesehatan, keharmonisan, kelancaran, dan kesempatan, kepercayaan, dan hal-hal lain yang tidak kita sangkakan bisa dilimpahkan-Nya lebih lagi.
Sungguh, memberi dalam Tuhan tak pernah membuat kita rugi.
Lakukanlah setiap kali kita digerakkan oleh Tuhan, seperti untuk Tuhan dan bagi kemuliaan-Nya!
Versi Audio
