Matius 9 : 17
“Begitu pula anggur yang baru tidak diisikan ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian kantong itu akan koyak sehingga anggur itu terbuang dan kantong itu pun hancur. Tetapi anggur yang baru disimpan orang dalam kantong yang baru pula, dan dengan demikian terpeliharalah kedua-duanya.”
Anggur yang baru bicara tentang hal-hal baru yang Tuhan berikan bagi kita.
Sesuatu yang menyegarkan, tetapi belum tentu diterima dengan baik karena adanya pola pikir atau kebiasaan lama yang menolaknya.
Pertumbuhan menuntut perubahan.
Memang tidak serta merta semua perubahan pasti baik, ada juga yang buruk.
Tetapi, kalau mau berubah jadi lebih baik di tahun ini, kita harus merangkul perubahan untuk menyesuaikan diri dengan hal-hal baru yang dulunya mungkin asing bagi kita.
Dibutuhkan sikap fleksibel, mau mencoba, tak kaku, tidak terikat dengan pola lama yang dianggap tak boleh diutak-atik.
Semakin berumur, semakin kita tidak nyaman dengan “anggur baru” yang dibawa orang sekeliling kita.
Namun, kalau kita tahu semua ini mendatangkan kebaikan dan kemajuan, minta Tuhan beri kita hati yang lembut untuk memberi ruang bagi anggur baru itu hadir.
Dalam hubungan, dalam pelayanan, dalam pekerjaan, biarlah kita memuliakan Tuhan dengan menjadi kantong baru yang selalu siap diisi oleh perkara-perkara ajaib yang Tuhan sediakan di depan!
Versi Audio
